Tampilkan postingan dengan label elektro. Tampilkan semua postingan
CEO Apple dan Wozniak Bertentangan soal Masa Depan PC
Pekan lalu, CEO Apple
Tim Cook seakan mengarahkan masyarakat agar tak membeli PC lagi.
"Menurut saya, jika Anda membutuhkan PC, kenapa harus beli PC?" begitu
kata dia kala itu.
Konteksnya, Cook ingin masyarakat beralih ke iPad Pro. Yakni tablet teranyar Apple yang diklaim mengakomodir kemampuan PC.
Di sisi lain, salah satu pendiri Apple Wozniak secara implisit mementahkan pernyataan Cook. Menurut dia, kiprah PC tak akan lekang oleh waktu.
Wozniak tampaknya akan tetap setia menggunakan PC, sekalipun inovasi tablet mulai menyamai kemampuan PC.
"Saya tetap cenderung memilih PC. Tablet tetap memiliki batasan bagi saya," kata dia pada kesempatan berbeda, sebagaimana dilaporkan Cnet dan dihimpun KompasTekno, Senin (16/11/2015).
Diketahui, hingga kini masih banyak masyarakat yang bingung akan identitas iPad Pro. Dari segi nama dan bentuk, iPad Pro bisa dibilang tablet. Namun dari segi ukuran dan kemampuan, iPad Pro bisa dibilang menyerupai laptop.
Hal tersebut buru-buru dibantah Cook. Menurut dia, iPad Pro tetaplah tablet, tapi dengan kemampuan yang jauh lebih gahar dibandingkan tablet lainnya di pasaran.
Ia tak ingin produk Apple tersebut disamakan dengan perangkat hybrid teranyar Microsoft Surface Book, yang memang sengaja mengidentitaskan diri sebagai laptop sekaligus tablet.
Bahkan, Cook mencibir Surface Book sebagai produk "maruk". "Itu (Surface Book) adalah produk yang berupaya keras untuk melakukan terlalu banyak fungsi namun tak bisa sukses di keduanya," kata dia.
Dengan demikian iPad Pro adalah tablet dengan kemampuan jauh lebih gahar dibandingkan tablet lainnya. Itulah sedikit tentang CEO Apple dan Wozniak yang bertentangan soal Masa Depan PC. Semoga artikel tentang CEO Apple dan Wozniak yang bertentangan soal Masa Depan PC.
Konteksnya, Cook ingin masyarakat beralih ke iPad Pro. Yakni tablet teranyar Apple yang diklaim mengakomodir kemampuan PC.
Di sisi lain, salah satu pendiri Apple Wozniak secara implisit mementahkan pernyataan Cook. Menurut dia, kiprah PC tak akan lekang oleh waktu.
Wozniak tampaknya akan tetap setia menggunakan PC, sekalipun inovasi tablet mulai menyamai kemampuan PC.
"Saya tetap cenderung memilih PC. Tablet tetap memiliki batasan bagi saya," kata dia pada kesempatan berbeda, sebagaimana dilaporkan Cnet dan dihimpun KompasTekno, Senin (16/11/2015).
Diketahui, hingga kini masih banyak masyarakat yang bingung akan identitas iPad Pro. Dari segi nama dan bentuk, iPad Pro bisa dibilang tablet. Namun dari segi ukuran dan kemampuan, iPad Pro bisa dibilang menyerupai laptop.
Hal tersebut buru-buru dibantah Cook. Menurut dia, iPad Pro tetaplah tablet, tapi dengan kemampuan yang jauh lebih gahar dibandingkan tablet lainnya di pasaran.
Ia tak ingin produk Apple tersebut disamakan dengan perangkat hybrid teranyar Microsoft Surface Book, yang memang sengaja mengidentitaskan diri sebagai laptop sekaligus tablet.
Bahkan, Cook mencibir Surface Book sebagai produk "maruk". "Itu (Surface Book) adalah produk yang berupaya keras untuk melakukan terlalu banyak fungsi namun tak bisa sukses di keduanya," kata dia.
Dengan demikian iPad Pro adalah tablet dengan kemampuan jauh lebih gahar dibandingkan tablet lainnya. Itulah sedikit tentang CEO Apple dan Wozniak yang bertentangan soal Masa Depan PC. Semoga artikel tentang CEO Apple dan Wozniak yang bertentangan soal Masa Depan PC.
Apple Store di Singapura, 100 Persen Tenaga Surya?
Upaya Apple untuk "go-green" agaknya bakal semakin nyata. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Apple sudah menyiapkan sistem listrik dari tenaga surya untuk Apple Store terbarunya di Singapura. Sistem listrik tenaga surya itu disebut bakal memberi daya untuk seluruh gedung. Apple tidak akan lagi menggunakan listrik yang dihasilkan oleh pembangkit dari bahan bakar tak terbarukan.Saat sudah selesai nanti, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Cnet, Selasa (17/11/2015), Apple Store Singapura akan menjadi gedung pertama di dunia yang sepenuhnya ditenagai oleh sinar matahari.
Untuk mewujudkan hal tersebut, perusahaan yang berpusat di Cupertino ini telah bekerja sama dengan perusahaan energi ramah lingkungan asal Singapura, Sunseap Group.
"Kami bangga bekerja dengan Sunseap dan pemerintah Singapura untuk menjadi percontohan cara baru membawa tenaga surya ke negara. Dan membawa Apple mendekati tujuan membekali fasilitas kami di seluruh dunia dengan energi yang bisa diperbarui 100 persen," tulis Lisa Jackson, Vice President of Environment, Policy, ad Social Apple.
Sebelumnya, Apple memang sudah mengonfirmasikan rencana untuk membuka toko retail di Singapura.
Kendati demikian, mereka masih tetap merahasiakan lokasi maupun waktu pembukaan toko tersebut.
Bocoran yang beredar mengungkap bahwa Apple sudah memesan sebuah spot ritel di mall Knightsbridge, di jalan Orchad. Namun, Apple belum memberikan komentar atas lokasi ini. Dengan demikian
aplikasi Apple bakal semakin nyata.
Diperbarui, Mesin Pencari Google Makin Pintar
Google mengumumkan update terbesar untuk aplikasi pencariannya
(Google Search). Dengan update tersebut, kini pencarian Google bisa
menjawab pertanyaan yang lebih kompleks. Dalam postingan di blog resmi Google, seperti dikutip KompasTekno, Selasa (17/11/2015), aplikasi pencariannya kini lebih pandai dalam menghadapi pertanyaan, baik ragam tulis maupun lisan.
Kemampuan mesin pencari Google tersebut membuatnya bisa memberikan jawaban sesungguhnya, alih-alih memberikan tautan halaman web di hasil pencarian. Namun kemampuan ini masih terbatas di ranah tertentu.
Sebagai contoh, mesin pencari Google kini bisa memahami pertanyaa dengan konsep superlatif, seperti "What are the largest cities in Texas?"
Mesin pencari Google juga kini bisa menjwab pertanyaan yang spesifik di rentang wkatu tertentu, seperti "What was the population of Singapore in 1965?"
Yang lebih mengagumkan, mesin pencari Google kini juga bisa menjawab pertanyaan kompleks, seperti “Who was the U.S. President when the Angels won the World Series.”
Dengan pertanyaan semacam itu, mesin pencai Google akan mencari tahu apa itu the Angels (tim baseball), kapan tim tersebut menjuarai World Series, dan melakukan kroscek dengan database siapa presiden AS saat itu.
"Google kini mulai memahami arti dari apa yang Anda tanyakan," ujar Satyajeet Salgar, Product Manager Google.
Dengan demikian pencarian di Google akan lebih mudah. Namun kemampuan Google ini masih terbatas. Semoga artikel tentang pembaruan Google ini bisa membantu.
Kemampuan mesin pencari Google tersebut membuatnya bisa memberikan jawaban sesungguhnya, alih-alih memberikan tautan halaman web di hasil pencarian. Namun kemampuan ini masih terbatas di ranah tertentu.
Sebagai contoh, mesin pencari Google kini bisa memahami pertanyaa dengan konsep superlatif, seperti "What are the largest cities in Texas?"
Mesin pencari Google juga kini bisa menjwab pertanyaan yang spesifik di rentang wkatu tertentu, seperti "What was the population of Singapore in 1965?"
Yang lebih mengagumkan, mesin pencari Google kini juga bisa menjawab pertanyaan kompleks, seperti “Who was the U.S. President when the Angels won the World Series.”
Dengan pertanyaan semacam itu, mesin pencai Google akan mencari tahu apa itu the Angels (tim baseball), kapan tim tersebut menjuarai World Series, dan melakukan kroscek dengan database siapa presiden AS saat itu.
"Google kini mulai memahami arti dari apa yang Anda tanyakan," ujar Satyajeet Salgar, Product Manager Google.
Dengan demikian pencarian di Google akan lebih mudah. Namun kemampuan Google ini masih terbatas. Semoga artikel tentang pembaruan Google ini bisa membantu.
Langganan:
Postingan (Atom)

